Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sajak. Tampilkan semua postingan

Senin, 12 Mei 2014

1#Thankyou, Rain

 Hujan itu masih terasa basah di hatiku. Setelah sekian lama menderu deras, perlahan ia menjelma gerimis yang tak kenal bosan memerciki dinding hatiku. Akhirnya, dadaku selalu basah karenanya. Seperti rona langit menjelang hujan, ketika hujan, atau seusai hujan. Sendu. Kelabu.

Hey, gerimis. Sampai kapan kau mau seperti ini? Apa kau tahu, aku mulai lelah menegakkan payung dengan berdiri selama ini? Sampai kapan kau mau diriku menemanimu dengan payung ditegakkan begini? Atau mungkin kau, .... Kau mau menemaniku? Sampai kapan? Sampai kemarau memberi peringatan, katamu. Dengan payung ini? Gunakan payung yang sama ketika kau ingin bertemu Matahari. Kau harus mengenalnya dengan baik. Tapi jangan terlalu dekat.



Jumat, 21 Maret 2014

Aku Ada


Melukiskanmu saat senja
Memanggil namamu ke ujung dunia
Tiada yang lebih pilu
Tiada yang menjawabku
Selain hatiku dan ombak berderu

Di pantai ini kau selalu sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat ku tiba
Suaraku memanggilmu
Akulah lautan kemana kau selalu pulang

Jingga di bahuku, malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan, ku terus melangkah
Ku ingin ku tahu engkau ada

Memandangimu saat senja
Berjalan di batas dua dunia
Tiada yang lebih indah
Tiada yang lebih rindu
Selain hatiku andai engkau tahu

Di pantai itu kau tampak sendiri
Tak ada jejakku di sisimu
Namun saat kau rasa
Pasir yang kau pijak pergi
Akulah lautan memeluk pantaimu erat

Jingga di bahuku, malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahku
Ku terus berjalan, ku terus melangkah
Ku tahu kau tahu aku ada

Jingga di bahuku, malam di depanku
Dan bulan siaga sinari langkahmu
Ku terus berjalan, ku terus melangkah
Ku tahu kau tahu aku ada

Ku terus berjalan, (teruslah berjalan)
Ku terus melangkah, (melangah)
Ku tahu kau tahu aku ada


Sung by Dewi lestari ft. Arina 'Mocca'

 

Jumat, 08 November 2013

Walking Westward

Walking westward in the morning, the sun follows from behind
I walk following my lengthened shadow before me
The sun and i dont argue about which one of us creates the shadow
The shadow and i dont argue about which one of us must lead the way.

berjalan ke barat di waktu pagi, matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan
aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan

_ Sapardi Djoko Damono


*puisi ini kutemukan di halaman sekian, majalah Horizon. ketika menggeledah perpustakaan berdebu di sma dulu. yang ternyata kujadikan quote di facebook.