Kamis, 18 September 2014

Lie is Pain

Apa yang menyenangkan dari sebuah kebohongan? Meskipun itu diperbolehkan oleh agama dalam kondisi tertentu, seperti kamu harus mengarang cerita untuk menyatukan dua saudaramu yang sedang berselisih. Apa yang menyenangkan? Meskipun itu demi kebaikan, tetap saja akan ada rasa tidak nyaman yang mengganjal. Seluruh tubuh kita tahu yang sebenarnya, tetapi lidah kita mengatakan hal yang berbeda. Apakah saya pernah berbohong? Ya, saya pernah. Rasanya seperti seluruh tubuh kita, khususnya hati, sedang memberontak di dalam. Sama seperti mahasiswa idealis yang berorasi di depan gedung DPR. Eh, nggak nyambung.

Saya menulis ini karena teringat wawancara saya di sebuah instansi, tempat saya mengajukan lamaran kerja. Saya mengantarkan surat lamaran ke alamat yang dituju (dengan berputar-putar dulu di jalanan Surabaya) pagi hari. MasyaAllah, sore harinya langsung diminta datang lagi untuk interview. Bingunglah saya. Saya tidak tahu harus mempersiapkan apa. Bisa dibilang, ini adalah wawancara kerja sungguhan yang pertama. I mean, it was my first interview to apply a full time job. Nervous, of course. But I tried to keep calm, so I could explain clearly.

Apapun pertanyaannya, saya jawab apa adanya sesuai dengan diri saya sebenarnya. Supaya tidak ada kesalahpahaman saat saya (mungkin) bekerja di tempat itu. Saya bilang, I'm a fresh graduate. No job experiences. Kalau dalam istilah psikologi, bisa saja kita melakukan faking dengan melebih-lebihkan kemampuan kita dari yang sebenarnya. Tetapi untuk apa? Berbohong itu tidak menyenangkan. Lie makes you feel unpleasant. Lie is pain.

Jadilah diri sendiri. Apapun yang ada dalam dirimu, syukurilah, belajar lebih banyak dan terus menjadi lebih baik. Salam super!

Rabu, 17 September 2014

A Few Days Journey with A Friend

Somebody said,"If you want to know someone better, then make a journey with her/him."

Journey. It's kind a title of the film, isn't it? But this, my story, is not that exaggerate. Since I moved back to that house again, I should willingly across the strait many times. Ujung Kamal-Perak. Perak-Ujung Kamal. I went to Surabaya to enter the job applications in some places with a friend. She's really good friend. Really kind. Though some other friends don't like her a bit. She doesn't take it too much. What's the point telling about yourself to people who don't like you? Maybe she thinks so. Whatever it was, this journey really required full patience. And I needed more patience when she said,"be patient, okey".

First destination, we went to Islamic Hospital of Surabaya aka RSI to apply a job. We both applied the staff of HRD position. It's so funny, when we entered the room of human resource management, I found that all seat was full. Then, where the position we were looking for it to be? When we walked out of the room, I was silent and still considering that something must be wrong. A few second later she spoke up,"all seat are full, don't you see? so where's my place to be?". "I don't know. You told me and brought me here." Then we laughed out loud.

Second destination, we went to another hospital which my friend said that they already opened a recruitment. I said myself,"why not? I try". On the way to go there ... kami melihat nama rumah sakit itu dengan sangat jelas dari jauh. Okay, something wrong again. The name was different with we wrote on the application letter before. Syalala. Nama rumah sakitnya terbalik. Selanjutnya kami pontang-panting mencari tempat print. Sesuatu.

The next day;
I applied a job again. Selanjutnya kami ke gedung wanita, melihat jobfair dari disnaker. I was not impressed with the jobs offered. Then, we looked for a nice place to have lunch. Tapi buat makan siang saja kenapa harus ke kampus orang juga? I was a little mind to that idea. My friend's idea. And I'd rather mind to the reality that why it is so hard to refuse something I don't like too much. I'm still questioning myself.

Lunch. Pray. Done. We had to go. "Eh kunci motorku dimana ya be?". Tralala. Kami bolak-balik dari tempat parkir-tempat wudhu-tempat sholat. Nothing. Akhirnya kami mengadu ke penjaga parkir bla..bla..bla. "Aku kok lupaan terus ya. Dua kali stnk hilang. Bpkb hampir hilang. Ini kunci hilang. Jangan-jangan aku alzheimer, be." Meskipun kita mahasiswa psikologi, bukan berarti kita bisa menghubungkan segalanya yang tidak beres dengan gangguan psikologis, cinta. Aku membatin saja. I laughed,"Nggak lah. Lebih hati-hati lagi aja."



Lesson: bahasa inggrisku payah sekali.

Minggu, 14 September 2014

Pendatang Baru

When there is someone leaves, then someone else will come.

Enam tahun penuh tinggal di Bangkalan, empat tahun sisanya sebagian besar di Surabaya. Sudah 10 tahun, Tuhan. Many things happen. Sekarang rumah di Jl. Kusuma Bangsa 21, Kamal itu tinggal 3 orang penghuninya, 2 orang penghuni tetap, dan 1 orang penghuni sementara. Oh, ternyata ada 4, dan mungkin sebentar lagi akan bertambah. Jadi ada 3 penghuni dan 1 peliharaan yang sedang hamil muda. Lolly is pregnant. Kecurigaan orang serumah selama ini ternyata benar. "Itu lho akibatnya kalo keluyuran malem-malem." kata Budheku. Lalu muncul banyak tanda tanya di kepalaku "????". Baiklah, amat sangat tidak penting. Pada intinya, all new comers are welcomed.


Yellowroom.
Lagi ngitung keponakan saya ada berapa. Sepertinya hampir 20. Owh.




Sabtu, 06 September 2014

I Thought

Kupikir, setelah masa karantina yang panjang itu, aku sudah belajar banyak dan menjadi lebih kuat.
Kupikir, sekian lama tidak bertemu dengan apa yang selama ini melemahkanku, aku menjadi kuat.
Kupikir, aku akan semakin jarang bertemu mendung setelah berusaha menemukan pelangi.

Nyatanya tidak,
Aku masih belum apa-apa, Tuhan. Dan memang bukan apa-apa, jika tanpa rahim-Mu. Jelas sudah, aku tidak bisa apa-apa tanpa daya dan izin-Mu.
Aku yang selalu lebih lambat mengerti. Hingga belum sempat kumengerti, Engkau hadirkan pelajaran baru untukku. Dan Engkau Maha Mengetahui, Ya 'Alim.

Waktu belajar tidak akan selesai sampai ke liang kubur, be. Dan kau hidup di negara tropis. Jadi terang saja kau akan berjumpa dengan mendung, bahkan hujan setiap tahunnya. 
Satu lagi, kau punya Allah. Apa yang membuatmu takut? (seharusnya tidak ada).

Ah, kupikir.. 
I thought..