Dari berbagai jenis emosi yang saya pelajari dalam psikologi, ada satu
jenis yang paling susah hilang dari dalam diri saya. Tapi menurut mereka, para
ahli kepribadian itu, emosi atau perasaan satu ini memang sudah melekat dengan
tipe kepribadian seperti saya. Haha, baiklah. Ini bukan kutukan, ini adalah
anugrah. Yang harus kita sambut dengan penerimaan. Acceptance. Dan hanya bisa diobati dengan..memaafkan. Forgiveness.
Well, mungkin sebagian besar orang pasti pernah merasakan hal ini. Feeling guilty. Ngerasa bersalah. Apapun
itu, kepada siapapun, bahkan sama diri sendiri. Dan yang terakhir ini, adalah
yang paling susah ngilanginnya. Bagi saya sih. Apalagi kalau itu berkaitan
dengan orang yang kita sayangi. Hmmh, speechless
jadinya.
Emang kenapa sih? Udah lama nggak nengokin ini blog, terus tiba-tiba
curcol. Maaf yaah.
Tapi gengs, seberat apapun masalah yang kamu alami, sesakit apapun
yang kamu rasakan, kamu nggak perlu bercerita detail di blog (even blog pribadi, yang cuman kamu aja
yang tahu), apalagi sosial media. Mmh, jangan deh. Karena sebenernya kamu nggak
butuh itu. Yang kamu butuhkan cuman satu. Yaitu, Allah. Curhat aja sama Allah.
InsyaAllah lebih menenangkan. InsyaAllah lebih asyik. :)
Akhir-akhir ini, saya sering nyalahin diri sendiri. Ngrasa bersalah banget
sama seseorang. Seseorang yang istimewa dalam hidup saya. Hmmh…bener-bener speechless. Meskipun udah lama banget
kejadiannya, tapi guilty feeling ini
nggak hilang-hilang. Sepertinya butuh waktu lama bagi saya untuk memaafkan diri
sendiri. Berdamai dengan diri sendiri. Okey, semangaat be..
I did something wrong. And it
hurt myself. Just myself.
Allah, forgive me. And help me
to forgive myself.
And…please, give Your love and
blessing for her. Bless her happiness and healthiness.
I love her. But Your love is
greater.
#엄마, 미안해