Jumat, 18 Agustus 2017

Guilt


Dari berbagai jenis emosi yang saya pelajari dalam psikologi, ada satu jenis yang paling susah hilang dari dalam diri saya. Tapi menurut mereka, para ahli kepribadian itu, emosi atau perasaan satu ini memang sudah melekat dengan tipe kepribadian seperti saya. Haha, baiklah. Ini bukan kutukan, ini adalah anugrah. Yang harus kita sambut dengan penerimaan. Acceptance. Dan hanya bisa diobati dengan..memaafkan. Forgiveness.

Well, mungkin sebagian besar orang pasti pernah merasakan hal ini. Feeling guilty. Ngerasa bersalah. Apapun itu, kepada siapapun, bahkan sama diri sendiri. Dan yang terakhir ini, adalah yang paling susah ngilanginnya. Bagi saya sih. Apalagi kalau itu berkaitan dengan orang yang kita sayangi. Hmmh, speechless jadinya.

Emang kenapa sih? Udah lama nggak nengokin ini blog, terus tiba-tiba curcol. Maaf yaah.
Tapi gengs, seberat apapun masalah yang kamu alami, sesakit apapun yang kamu rasakan, kamu nggak perlu bercerita detail di blog (even blog pribadi, yang cuman kamu aja yang tahu), apalagi sosial media. Mmh, jangan deh. Karena sebenernya kamu nggak butuh itu. Yang kamu butuhkan cuman satu. Yaitu, Allah. Curhat aja sama Allah. InsyaAllah lebih menenangkan. InsyaAllah lebih asyik. :)

Akhir-akhir ini, saya sering nyalahin diri sendiri. Ngrasa bersalah banget sama seseorang. Seseorang yang istimewa dalam hidup saya. Hmmh…bener-bener speechless. Meskipun udah lama banget kejadiannya, tapi guilty feeling ini nggak hilang-hilang. Sepertinya butuh waktu lama bagi saya untuk memaafkan diri sendiri. Berdamai dengan diri sendiri. Okey, semangaat be..


I did something wrong. And it hurt myself. Just myself.
Allah, forgive me. And help me to forgive myself.
And…please, give Your love and blessing for her. Bless her happiness and healthiness.

I love her. But Your love is greater.


#엄마, 미안해