Sabtu, 04 Januari 2014

Kata-kata itu misteri..

Tahukah kamu, kata-kata itu misteri. Setidaknya bagiku. Sudah tentu kamu tahu, seperti yang kubilang bertahun-tahun lalu dan klise, bahwa aku tak pandai bicara. Tidak sepandai dirimu. Tidak sepandai mereka. Tetapi nilai Bahasa Indonesiaku, dan mungkin untuk bahasa yang lainnya juga, tidak pernah memilukan. Namun masih saja, … Kata-kata itu misteri.

“Ah, aku ingin menulis saja.” Itu kataku.
“Kenapa? Apa itu lebih mudah bagimu?”
“Menurutku. Bagaimana denganmu? Dari mana kamu dapat semua kata-kata itu dengan mudah?” Aku berdo’a semoga kau tidak menangkap rasa penasaran di wajahku. Aku tersenyum.
“Mudah saja. Katakan saja apa yang ada di sini.” Kau menunjuk dadamu sendiri.
“Semuanya?” Semoga kau tidak peduli dengan mimik wajahku.
“Semuanya.” Kau tampak berseri mengatakannya.
“Itu melelahkan. Dan mungkin, aku akan kehilangan kata-kata di pertengahan. Tiba-tiba tidak bisa bicara..” Benar saja. Suaraku menghilang, berhembus bersama angin malam yang mulai datang.
“Tenang saja. Aku akan membuatmu selalu bicara. Memaksamu berkata-kata sampai angin malam tak tertarik mencuri suaramu.” Kau setengah tertawa. Dan aku tidak tahu lagi bagaimana wajahku saat ini.
“Aku anggap itu sebuah janji.”
“Janji.”