Kamis, 21 Agustus 2014

It Rained

When it rained, all things surround me turned into grey. When it rained, I felt my eyes start burning and ready to fall something. When it rained, I could feel my cheek tear-stained. But, don't worry sweetheart. Rainbow would follow behind you.




Rabu, 20 Agustus 2014

Love you, Lolly

Setahun lalu, pulang-pulang dari Surabaya Mbak Irma menggendong seekor anak kucing abu-abu kecoklatan ke rumah. Sepertinya peranakan kucing Persia dengan kucing lokal. Lolly. Kenapa juga mbak Irma memberi nama itu? Kalau dilafalkan kedengarannya ambigu. Lolly..., Rully... *ugh

But I love you, Lolly. Kamu adalah entertainer sejati di keluarga Juwari. Orang serumah selalu sayang dan memanggil-manggil namamu kalau kesepian & nggak ada kerjaan. Lolly selalu bisa tidur di sudut mana saja yang dia suka.



*numpang di Haqqiya. Rehat sejenak dari detik-detik revisi yang menegangkan.

Selasa, 12 Agustus 2014

Missed

Dalam satu bulan, tiga saudaraku menikah di Syawal yang penuh berkah. Satu, saudari sekandung sendiri, kakakku yang paling cantik (dia pasti seneng banget kalau baca ini). Dua, kakak sepupuku yang paling nyebelin, Pebri, bungsunya Pakpoh Juwari. Tiga, kakak sepupu nan jauh di Magetan, Mbak Naning, sepupu dari bapak. Dan tiga-tiganya aku tidak bisa hadir di acara akad nikahnya. *sedih

Akad nikahnya Mbak Hery berlangsung tanggal 7 Agustus'14 kemarin. Bersamaan dengan sidang skripsiku (oh my...). Sedih banget rasanya. Apalagi ternyata sidangnya diundur besoknya, tanggal 8 (salahku sih, miscommunication). Lalu, akad nikahnya Mas Pebri di Bojonegoro tanggal 11 Agustus kemarin. Rombongan Mas Pebri berangkat minggu malam, karena jadwal akadnya senin pagi. Dan aku sudah dijadwal ikut rombongan senin pagi. Nggak bisa ikut deh. Kalau Mbak Naning ...., aku lupa tepatnya tanggal berapa. Tapi insyaAllah Syawal ini juga. Yang ini jelas nggak bisa ikut, karena aku sudah kembali ke Pulau Garam dan nggak bisa balik ke Magetan sebelum Yudisium tercapai.

I missed those meaningful days effortlessly.
Kebanyakan orang tidak tahu betapa sakralnya prosesi akad nikah itu. Sedang bagi mereka, prosesi resepsilah yang lebih menarik dan lebih penting agaknya. Akad nikah merupakan salah satu perjanjian yang kokoh (mitsaqan ghaliza) yang ditulis di Al-Qur'an, selain perjanjian Allah dengan nabi-nabi Ulul Azmi dan perjanjian Allah dengan bani Isra'il. Akan ada banyak malaikat yang menyaksikan dan mendo'akan. Itulah ruginya tidak bisa menghadiri prosesi akad nikah. Nggak bisa berdo'a bareng-bareng sama malaikat.

Barokallah, mbak-mbak & masbro.

Yellowroom. Di sela waktu revisi.

Senin, 04 Agustus 2014

Cerita Ramadhan

Ramadhan sudah dilalui kemarin. Tidak terasa sudah memasuki Syawal 1435 H. Barokallah.
Ah, sudah banyak yang dilalui ternyata. Tapi yaah, perjuangan belum berakhir. Journey to Yudisium is still waiting to face. Ini Syawal, yuk rehat sejenak dengan cerita sillahturahim idul fitri lalu.

Ramadhan tahun ini pertama kalinya menjadi bagian dari amil zakat. Subhanallah banyak hikmahnya. Pertama kalinya diizinkan bawa motor sendiri ke Surabaya, hehehe. Pertama kalinya ke rumah dosen. Pertama kalinya menjenguk dosen yang sedang sakit. Pertama kalinya melihat orang-orang yang lagi kerja di kantor (please deh). Pertama kalinya menghabiskan sebagian besar Ramadhan di luar rumah. Ramadhan jadi bermanfaat & produktif. MasyaAllah, senang rasanya.

Ramadhan tahun ini, juga pertama kalinya mudik H-2. Sesuatu sekali.
Ramadhan tahun ini, adalah momen yang membahagiakan bagi saudariku tersayang Hery Pujiani. Setelah sekian lama penantian, akhirnya dipertemukan juga dengan seseorang yang sering disebut dalam do'anya. Sosok sholih yang bisa membawanya ke surga, katanya. Alhamdulillah, turut bahagia pula hati ini. Terus tiba-tiba muncul tanya,"Ruly kapan nyusul?". Secepatnya... (?).

Ramadhan tahun ini, seperti biasa, banyak rumah yang dikunjungi untuk sillahturahim. Banyak saudara-saudara yang sudah menikah, punya anak. Banyak sepupu-sepupu yang dulu masih imut-imut, eh tau tau udah gedhe. Kayak adik sendiri, si Idho yang naik kelas 1 SMP, eh sekarang udah setinggi mbaknya aja. Sudah suratan saya jadi yang paling kecil di rumah. Dan herannya orang-orang seperti tak kenal bosan mengungkit-ungkitnya. "Lhoh Ruly kok sek cilik ae nduk." *mesem-mesem (tersenyum pahit, hhehe).

Tidak ada yang paling membahagiakan dibanding melihat saudara yang kita cintai mendapat kebahagiaannya. #apasiih


Kaki gunung Bancak. Magetan, 4 Agustus 2014.