Senin, 02 Juni 2014

Kata Sam,“Why so serious ?”


1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8. Hampir genap delapan bulan pikiranku sudah tercuri untuk satu mata kuliah dengan beban 6 SKS, bernama skripsi. Kalau dipikirkan terlalu serius, kepala rasanya pening. Tapi tidak dipikirkan bagaimana, untuk lulus sarjana harus lulus sidang skripsi dulu. Untuk bisa mengikuti sidang skripsi, kamu harus membuat skripsi dulu. Membuat skripsi itu prosedurnya panjang dan berjangka panjang.

Angka 1 itu menunjukkan kali pertama aku melakukan studi pendahuluan in somewhere. Angka 2, 3, 4 adalah proses pengajuan proposal yang panjang. Angka 5, akhirnya seminar proposal. Angka 6, digantung dosen selama kurang lebih sebulan. Lalu 7, dosen itu kembali dan berlanjutlah perburuan tanda tangan tiga dosen (penguji 1, penguji 2, pembimbing). Alhamdulillah, syarat datangnya kemudahan kurasa sudah terpenuhi. Angka 6 adalah masa-masa sulit, kemudian datang masa kemudahan di akhir periode angka 7. Yeay, penelitian juga akhirnya. Last 8, skoring skala dan input data. Okey, aku mulai pusing lagi.

I was so serious, so I had spent 8 months just thinking of you, the one and only "scriptsheet". Oh my..., why so serious? Are you sure on the judging day you'll be asked about scriptsheet? said Sam, expert of scriptsheet. I don't know. But it is just part of my life that I must go through. Afterall, I thank God for the existence of scriptsheet, I do a lot of prayer to Allah about many things and many people. Although... it would be much better without scriptsheet, said Sam again.