Orang
plegmatis itu cenderung suka menurut dan pasrah. Bukan karena dia tidak
memiliki pendirian, dia hanya tidak menyukai konflik. Orang plegmatis akan menyimpan
masalahnya sendiri. Mungkin ada yang akan ia bagi, tetapi yang terdalam dia
simpan untuk dirinya sendiri. Tekanan di dalam dada dan pikiran yang membuatnya
sesak sering dimanifestasikan dalam bentuk air mata. *maka dari itulah, tersiksa sekali kalau
tidak bisa menangis. Makanya orang plegmatis lebih suka menyendiri ketika
stress. Pergi ke suatu tempat sendirian dan mencurahkan perasaannya di sana.
Orang
plegmatis paling takut jika ada yang membencinya. Sehingga ia akan meminta maaf
terlebih dahulu walaupun bukan dia yang bersalah. Tapi berhati-hatilah jika kamu
menyakitinya. Karena ia tak akan bilang padamu ketika ia tersakiti. Ia akan
menyimpan perasaannya dan sedih sendirian. Orang plegmatis biasanya akan
bersikap biasa-biasa saja bahkan cenderung tanpa ekspresi di hadapan
orang-orang, ketika ia sedang sedih atau senang.
"Kamu tak akan pernah tahu seberapa dalam dukanya, ketika kamu menyakitinya. Dan kamu juga tak akan pernah tahu seberapa bahagianya ia ketika kamu berbuat baik padanya."
Bahagia
dan duka yang ia rasakan tak pernah sepenuhnya ia keluarkan. Orang plegmatis
menyukai kelembutan, tapi ketika dirinya ditekan & ditindas, ia akan
berubah menjadi korelis yg akan memperjuangkan haknya. Jika seorang plegmatis meluapkan
emosinya, tak lama setelah itu ia akan tersadar dan ia akan menyesalinya.
Ia akan menyesalinya karena merasa
dirinya mungkin telah menyakiti orang lain. Lalu kembali menikmati sakitnya
sendirian.
Ah, flegmatis. You are good faker.
Ah, flegmatis. You are good faker.