Muharram sudah hampir waktunya
berpulang. Tidak seberapa makna yang kurasakan. Karena baru-baru ini saja aku
mengenalnya. Meski begitu, Muharram tetap tak kehilangan istimewanya. Selalu
dikenang berkat hijrahnya seseorang yang amat kami cintai. Cinta kami pada
manusia mulia ini, membuat kami mencintai apa saja tentangnya. Mencintainya,
mencintai Muharram-Nya.
Robbi, demi Muharram yang suci.
Jadikanlah hamba seorang muslim yang lebih baik. Agar tak terlalu berat rasa
malu padanya.
*Rindu Allah. Rindu Rasulullah.
Rindu Ibu. Rindu Kakak. Rindu adik-adikku tersayang.
