Sabtu, 23 November 2013

Muharram


Muharram sudah hampir waktunya berpulang. Tidak seberapa makna yang kurasakan. Karena baru-baru ini saja aku mengenalnya. Meski begitu, Muharram tetap tak kehilangan istimewanya. Selalu dikenang berkat hijrahnya seseorang yang amat kami cintai. Cinta kami pada manusia mulia ini, membuat kami mencintai apa saja tentangnya. Mencintainya, mencintai Muharram-Nya.
Robbi, demi Muharram yang suci. Jadikanlah hamba seorang muslim yang lebih baik. Agar tak terlalu berat rasa malu padanya.

*Rindu Allah. Rindu Rasulullah. Rindu Ibu. Rindu Kakak. Rindu adik-adikku tersayang.

Jumat, 08 November 2013

Walking Westward

Walking westward in the morning, the sun follows from behind
I walk following my lengthened shadow before me
The sun and i dont argue about which one of us creates the shadow
The shadow and i dont argue about which one of us must lead the way.

berjalan ke barat di waktu pagi, matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan
aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan

_ Sapardi Djoko Damono


*puisi ini kutemukan di halaman sekian, majalah Horizon. ketika menggeledah perpustakaan berdebu di sma dulu. yang ternyata kujadikan quote di facebook.

Rabu, 06 November 2013

Entah





Tuhan, kurasa hatiku sudah memuai menyesak dada. Namun entah kenapa kantung mataku serupa baja saja. Airmataku seperti terbendung entah di bagian mana.




 

Senin, 28 Oktober 2013

( Don't be ) Weary

Sejenak saja, aku ingin menepi. Di persinggahan yang aku buat sendiri, mungkin semenaku sendiri.

Pantai sudah dekat, tapi aku masih terengah di bawah nyiur kelapa. Riuh manusia bersahut dengan lagu ombak sore hari, kudengarkan sambil mengatur napas. Suaranya ringan dibawa angin laut yang merapat ke darat. Aku juga ingin segera ke sana, menyapa ujung ombak di kakiku yang lelah.
Sudah terlalu lama aku terpekur di sini. Adakah orang yang masih berjalan di belakangku, menepukku dan mengabarkan bahwa sebentar lagi matahari akan tenggelam.

"Seharusnya kau merasa takut, karena warna kuning kemerahan di punggung pantai mulai menipis."

Ya, aku sudah ketakutan. Sangat takut. Sampai aku berat mengayunkan langkah. Karena napasku kini tak teratur lagi. Barang sejenak saja, dan tunggu aku di sana. 

( Don't be ) Weary. Move on.