Ramadhan sudah dilalui kemarin. Tidak terasa sudah memasuki Syawal 1435 H. Barokallah.
Ah, sudah banyak yang dilalui ternyata. Tapi yaah, perjuangan belum berakhir. Journey to Yudisium is still waiting to face. Ini Syawal, yuk rehat sejenak dengan cerita sillahturahim idul fitri lalu.
Ramadhan tahun ini pertama kalinya menjadi bagian dari amil zakat. Subhanallah banyak hikmahnya. Pertama kalinya diizinkan bawa motor sendiri ke Surabaya, hehehe. Pertama kalinya ke rumah dosen. Pertama kalinya menjenguk dosen yang sedang sakit. Pertama kalinya melihat orang-orang yang lagi kerja di kantor (please deh). Pertama kalinya menghabiskan sebagian besar Ramadhan di luar rumah. Ramadhan jadi bermanfaat & produktif. MasyaAllah, senang rasanya.
Ramadhan tahun ini, juga pertama kalinya mudik H-2. Sesuatu sekali.
Ramadhan tahun ini, adalah momen yang membahagiakan bagi saudariku tersayang Hery Pujiani. Setelah sekian lama penantian, akhirnya dipertemukan juga dengan seseorang yang sering disebut dalam do'anya. Sosok sholih yang bisa membawanya ke surga, katanya. Alhamdulillah, turut bahagia pula hati ini. Terus tiba-tiba muncul tanya,"Ruly kapan nyusul?". Secepatnya... (?).
Ramadhan tahun ini, seperti biasa, banyak rumah yang dikunjungi untuk sillahturahim. Banyak saudara-saudara yang sudah menikah, punya anak. Banyak sepupu-sepupu yang dulu masih imut-imut, eh tau tau udah gedhe. Kayak adik sendiri, si Idho yang naik kelas 1 SMP, eh sekarang udah setinggi mbaknya aja. Sudah suratan saya jadi yang paling kecil di rumah. Dan herannya orang-orang seperti tak kenal bosan mengungkit-ungkitnya. "Lhoh Ruly kok sek cilik ae nduk." *mesem-mesem (tersenyum pahit, hhehe).
Tidak ada yang paling membahagiakan dibanding melihat saudara yang kita cintai mendapat kebahagiaannya. #apasiih
Kaki gunung Bancak. Magetan, 4 Agustus 2014.