Kamis, 15 November 2012

1# Monolog


Tidak tahu lagi bagaimana menyingkirkan ketidaknyamanan ini. Tidak tahu bagaimana harus meluapkannya. Aku terlanjur tak bisa berkata apa-apa. Dalam keadaan normal saja, sulit bagiku untuk menata kata. Bagaimana jika dalam keadaan yang kadang sulit kupahami sendiri.

Bernapas terasa sulit. Mendadak sesak sekali di dada. Sepatah kata pun tak dapat kuucap, apalagi tetes air mata yang ingin sekali kutumpahkan. Aku tidak bisa.

Aku tak terlalu berharap engkau kan mengerti. Kuyakinkan aku tak perlu intervensi. Aku hanya ingin berduka sendiri. Bermonolog sendiri. Jika kurasa sepi sudah mencekik hati, kuubah monolog-ku dengan berdialog dengan-Nya. Demikianlah, bahwa bahagiaku bukan tentangmu. Bukan tentang siapa-siapa.
(Benar-benar speechless. Ya Rabb, segala puji bagi-Mu atas segala cinta-Mu untukku. I love You)