Tidak
tahu lagi bagaimana menyingkirkan ketidaknyamanan ini. Tidak tahu bagaimana
harus meluapkannya. Aku terlanjur tak bisa berkata apa-apa. Dalam keadaan
normal saja, sulit bagiku untuk menata kata. Bagaimana jika dalam keadaan yang
kadang sulit kupahami sendiri.
Bernapas
terasa sulit. Mendadak sesak sekali di dada. Sepatah kata pun tak dapat kuucap,
apalagi tetes air mata yang ingin sekali kutumpahkan. Aku tidak bisa.
Aku
tak terlalu berharap engkau kan mengerti. Kuyakinkan aku tak perlu intervensi. Aku
hanya ingin berduka sendiri. Bermonolog sendiri. Jika kurasa sepi sudah
mencekik hati, kuubah monolog-ku dengan berdialog dengan-Nya. Demikianlah,
bahwa bahagiaku bukan tentangmu. Bukan tentang siapa-siapa.
(Benar-benar
speechless. Ya Rabb, segala puji bagi-Mu atas segala cinta-Mu untukku. I love
You)